Ekonomi syari’ah
Dalam agama kita Islam , harta (apapun bentuknya) ditempatkan sebagai sarana untuk mencapai tujuan , bukan sebagai tujuan hidup.maksudnya bahwa dalam agama islam manusia hidup didunia ini bukan untuk mencari harta yang sebanyak-banyaknya, tapi mencari harta hanya digunakan sebagai sarana untuk menjalankan ibadah kepada Allah.
Rasulullah saw telah menggambarkan dalam hadits beliau bahwa “Dunia sarana menuju Akhirat”. Jadi janganlah kita hidup didunia ini yang tujuannya hanya untuk mencari kekayaan, tapi carilah untuk bekal diakhirat. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa kita hidup tidak mungkin tanpa makan .maka dari itu Islam mengajarkan pada kita agar jangan sampai memasukkan sesuatu dalam tubuh kita dengan barang haram.karena banyak sekali sisi negatifnya antara lain:
· Allah tidak akan mengabulkan do’a orang yang didalam tubuhnya terdapat makanan haram.(sumbernnya haram).
· Ada yang mengatakan “ Barang siapa yang memakan barang haram (proses,barang,cara mendapatkan) maka tubuhnya cenderung berbuat maksiat.
Dalam mengatasi hal-hal tersebut dalam agama islam ada “ Ekonomi Syar’iah”,yaitu kegiatan ekonomi yang mengatur bagaimana cara manusia memenuhi kehiduannya yang tidak lepas dari syariat islam (tidak melanggar tetapi mematuhinya).tujuan dari ekonomi syari’ah ini adalah menjaga dan menciptakan kemakmuran yang dapat dinikmati semua orang bukan sekelompok orang saja(tidak untuk mengekspoitasimanusia).
Perwujudan dari kegiatan ini salah satunya adalah dengan mendirikan Bank syariah. Perbedaan bank Syari’ah dengan bank konvensional adalah dalam bank syariah menggunakan system bagi hasil (mudharabah) sedangkan dalm bank konvensional dengan system bunga prosentase.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar